Pahlawan Dan Ayahku saat di pondok
Pengasuh saya sewaktu di pesantren bernama K. H. Luqmanul Qosim S. Ag. Saat saya masih di pesantren saya memanggilnya Babah Luqman. Beliau menggunakan kacamata, memiliki hidung mancung dan be SDbesar. Beliau memiliki postur tubuh tinggi. Jika berjalan beliau sangat hati-hati sampai tidak terdengar suara sandalnya. Arah pandangan tunduk tawaduk dan sangat rendah hati. Sekali menatap, pandangannya tajam sekali seperti burung elang yang melihat mangsanya. Tapi beliau tidak seperti itu. Umurnya terpaut 9 tahun lebih muda dari bapak saya.
Jika bepergian di wilayah ilir kota untuk mengisi kegiatan majelis ta'lim. Beliau mengenakan sarung, jas hitam dan kopiah hitam. Jika beliau bepergian jauh, beliau mengenakan celana hitam panjang, jas hitam dan membawa tas untuk keperluan ganti.
Gaya bahasa nya sederhana, tidak terlalu panjang tapi sangat mengena di hati. Saat duduk di bangku SMP, saya selalu mendapat bagian jaga nasi untuk santri putri. Karena beliau sudah mempercayai saya. Begitu lah beliau sampai saya duduk di bangku SMA. Saya menjadi pengurus di kantor santri putri. Tapi, alangkah kecewa nya saya membuat beliau tidak lagi mempercayai saya. Karena saya sering sakit pada waktu itu. Sampai sekarang beliau adalah orangtua sekaligus guru yang membimbing ruh saya untuk mengenal ulama terdahulu. Dan di ajarkan bagaimana untuk menjadi anak yang baik, berbakti kepada kedua orangtua.
Komentar
Posting Komentar